Detail Berita

Image

Jumat (23/3), perpustakaan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2015 yang diserahkan langsung oleh Konsultan Manajemen International Organization for Standardization (ISO), Michael Donnie Gunawan. Sertifikat ini diterima langsung oleh Rektor Unitomo, Bachrul Amiq yang didampingi Kepala UPT Perpustakaan Unitomo, Bambang Eko Rusdiono di Auditorium RM Sumantri.

Rektor Unitomo mengapresiasi keberhasilan UPT Perpustakaan meraih sertifikat ISO 9001:2015. "Ini merupakan hasil kerja keras para pustakawan selama dalam membangun dunia akademisi lebih baik di lingkungan Unitomo. Keberhasilan ini kami harapkan, dapat memicu bidang-bidang lain di Unitomo untuk meraih standar serupa", ungkap doktor bidamg hukum ini.

Sementara itu, Michael Donnie Gunawan dalam kesempatan ini juga memberikan paparan mengenai kiat meraih sertifikat ISO. "Kita perlu menerapkan pengukuran, analisis dan Penyempurnaan, ketiganya harus bersinergi dan mau berkomitmen, paling tidak agar Unitomo ini nantinya menjadi kampus unggul di tahun 2020 sesuai Visinya", ujar penghobi olahraga Hoki ini.

Donnie menambahkan, keberhasilan ini merupakan pencapaian besar bagi Unitomo. Hal ini dikarenakan masih banyak perpustakaan lainnya yang belum meraih sertifikat ISO 9001:2015. Dengan keberhasilan ini menunjukkan, standar pelayanan mutu perpustakaan Unitomo telah memenuhi standar internasional dan mampu disejajarkan dengan perpustakaan lainnya di dunia.

“ISO ini standar mutu internasional. Ini mensejajarkan perpustakaan Unitomo dengan perpustakaan lainnya di dunia.” ujarnya yang dalam kesempatan sama memberi materi mengenai Penerapan Standart Internasional Sistem Manajemen Mutu dengan diikuti sekitar 60 pimpinan Fakultas dan Lembaga yang ada di Unitomo.

Ditemui di akhir kegiatan, Bambang Eko Rusdiono, ketua UPT Perpustakaan Unitomo menceritakan proses mendapatakn ISO 9001:2015 telah dimulai sekitar 6 tahun lalu dengan membuat standar pelayanan perpustakaan. " Harapan kamk dengan keberhasilan ini, semakin meningkatkan jumlah pengunjung di perpustakaan sekaligus membentuk standar pelayanan yang lebih baik", ungkap Bambang