Detail Berita

Image

Puncak peringatan Dies Natalis Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) ke 37 berlangsung Selasa (31/07). Bertempat di auditorium Ki H. Mohammad Saleh Gedung F lantai 5 kampus Unitomo Jl. Semolowaru Surabaya, rektor Dr. Bachrul Amiq, SH, MH memimpin langsung jalannya acara yang dihadiri seluruh unsur sivitas akademika, di samping sejumlah undangan mitra dari kalangan dunia usaha - industri dan pemerintahan.              

Dalam sambutannya, rektor menyampaikan sejumlah raihan seputar kegiatan Tri Darma PT -- bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat -- yang sudah dilaksanakan selama setahun terakhir; berikut upaya-upaya pengembangan yang direncanakan di ketiga bidang itu. "Sesuai rilis yang dikeluarkan Kemenristekdikti beberapa waktu lalu, Unitomo berhasil meraih peringkat 93 universitas negeri dan swasta terbaik se Indonesia. Meski cukup membanggakan, namun kita tidak boleh cukup berpuas diri dengan raihan ini. Tahun depan, kita harus bisa meraih peringkat lebih tinggi, sebagai kampus unggul, bersaing dengan kampus-kampus papan atas Indonesia lainnya", ujar Amiq. 

Dalam kesempatan ini, Dr. Redi Panuju, MSi, dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unitomo, berkesempatan menyampaikan orasi dengan topik seputar perjuangan Dr. Soetomo. "Banyak hal yang bisa kita teladani dari Dr. Soetomo, terutama dalam hal semangat nasionalismenya, sehingga ia akhirnya berhasil mendirikan Boedi Oetomo bersama kawan-kawannya yang berasal dari lintas usia, lintas agama, dan lintas latar belakang suku", ujar kolumnis yang aktif menulis di berbagai media massa ini.

Selain Redi, Ketua pembina Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), Prof. Dr. Eddy Yunus, ST. MM, juga berkesempatan menyampaikan sambutan. Guru besar Fakultas Ekonomi ini mengingatkan jajaran sivitas akademika yang hadir untuk tidak terlena dengan raihan selama ini. "Kita harus terus meningkatkan kinerja mengingat tantangan ke depan semakin berat", ujar mantan rektor Unitomo di era 1990-an ini.

Bukan hanya Eddy Yunus, mantan rektor Unitomo yang hadir dalam kesempatan ini. Prof. Dr. Muhadar dan Dr. Ulul Albab, MS , dua orang mantan rektor di era 2000-an pun hadir dan menerima penghargaan atas jasa-jasanya. "Sebenarnya kami juga mengundang mantan rektor yang lain, atau keluarganya -- karena beberapa ada yang sudah meninggal, untuk kita beri penghargaan, tapi hanya beliau berdua -- selain Prof. Eddy, yang bisa hadir", ujar Dr. Siti Marwiyah, SH, MH., wakil rektor I yang juga ketua panitia dies Unitomo kali ini.

Peringatan Dies Natalis Unitomo ke 37 tahun ini diisi sejumlah kegiatan akademik maupun non akademik. Mulai dari pelaksanaan Kuliah Kebangsaan bertema "Bersama Membangun Indonesia dalam Multi Kultur dan Agama", Seminar Nasional "Kebijakan Pendidikan di Era Milenial" oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Seminar Nasional "Revolusi Industri 4.0: Peluang atau Ancaman?" oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Seminar Internasional "Enrichment of Career by Knowledge of Language Literature" oleh Fakultas Sastra, Khitanan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk civitas akademika dan warga sekitar kampus oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Konferensi Internasional "Communication Science Research" oleh Fakultas Ilmu Komunikasi, sejumlah lomba dan pertandingan olahraga antar dosen dan karyawan, serta Reuni Akbar yang diikuti alumni berbagai angkatan. (IKKE)