Detail Berita

Image

Untuk tahun akademik 2018 ini Universitas Dr. Soetomo selenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) .
Kegiatan KKN-PPM ini disambut antusias dan respon positif dari warga Wonokusumo Surabaya. Pasalnya kegiatan yang merupakan bentuk kepedulian LPPM (Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unitomo  ini dan  Pusat Studi Bencana dan Lingkungan (PSBL) Unitomo bekerjasama dengan LSM Kota Tanpa Kumuh Surabaya (KOTAKU) berhasil membuka pemahaman warga terhadap pentingnya penataan lingkungan sehat.

Sabtu malam (21/7) di Kelurahan Wonokusumo Surabaya segenap 90 mahasiswa peserta KKN-PPM Unitomo diterima dengan hangat dan ramah oleh Andri Kurniawan Lurah Wonokusumo  beserta penduduk dan aparat kantor Kelurahan setempat.

Dalam sambutannya Andri Kurniawan merasa bangga kelurahan Wonokusumo  kali ini menjadi obyek program pengabdian masyarakat Unitomo untuk program tanggap bencana kebakaran dan Kekeringan.
“Program ini sangat cocok dengan situasi  dan kondisi di daerah ini karena disini banyak rumah yang berdempetan dan lingkungan yang kurang sehat. Mohon kami dibantu untuk memperbaikinya”.ujar lurah muda yang bergelar Sarjana Sains Terapan Pemerintahan ini.

“Saya akan support penuh program KKN ini dan pesan saya pergunakanlah kesempatan ini untuk mempraktikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan sebaik-baiknya. Tentu saja jangan lupa selama berkegiatan jaga sikap unggah-ungguh (sopan santun) pada penduduk sini karena karakternya berbeda dengan masyarakat kampus”,imbuhnya.
Dijumpai disela-sela acara Hendro Wardhono Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM Unitomo merasa terkesan dengan penyambutan ini dan berjanji sesuai tema KKN kali ini akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Kelurahan Wonokusumo Surabaya ini.
“Kelurahan Wonokusumo Surabaya adalah kelurahan yang terbesar dan terpadat penduduknya di Indonesia. KKN ini akan berlangsung mulai hari ini Sabtu (21/7) dan berakhir sampai Minggu (12/8). Kami akan siapkan beberapa program terkait Tanggap Bencana terutama Bencana Kebakaran dan Kekeringan”, ungkapnya.
“Pada Program kerja KKN Tematik ini kami akan membimbing mahasiswa membuat program pengurangan resiko bencana kebakaran. Disini masyarakat harus prepare  dan mindset nya harus berubah sebelum bencana itu terjadi”, katanya doktor ilmu administrasinegara ini.
Ditambahkan oleh Hendro program ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu  pencegahan dengan upaya edukasi melalui model dasa wisma, upaya mitigas, serta membuat sistem peringatan dini (early warning system) berbasis kearifan lokal.